Technology News Referrals

Mengaku Mendapat Pesan Suci Dari Tuhan, Seorang Pria Bangun Rumah Ibadah Dalam Bentuk Burung Merpati

25

Jauh di dalam hutan tepatnya di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah, berdirilah sebuah ‘gereja’ mempesona yang terlihat seperti seekor ayam raksasa.

Struktur bangunan yang sudah lama ditinggalkan ini dikenal masyarakat setempat sebagai Gereja Ayam – menarik ratusan wisatawan dan fotografer yang penasaran menuju perbukitan Magelang, Jawa Tengah, setiap tahunnya.

Tapi menurut pembangunnya yang eksentrik, bangunan megah itu bukanlah ayam atau gereja.

Daniel Alamsjah sedang bekerja di Jakarta, ketika tiba-tiba dia mendapat pesan suci dari Tuhan untuk membangun ‘rumah ibadah’ dalam bentuk burung merpati.

“Mungkin karena keyakinan saya yang seorang Nasrani, orang-orang mengira saya dengan membangun gereja. Tapi bangunan itu bukan gereja. Saya sedang membangun rumah ibadah… sebuah tempat untuk orang-orang yang percaya pada Tuhan, “ kata pria berusia 67 tahun itu kepada Jakarta Globe .

Pada tahun 1989, Daniel berjalan melalui Magelang, tempat keluarga istrinya tinggal, saat dia melihat pemandangan yang persis sama yang pernah dia lihat dalam mimpinya.

‘Saya berdoa sepanjang malam di sana dan saya mendapat wahyu bahwa saya harus membangun rumah ibadah di tempat itu,’ katanya.

Satu tahun kemudian, pemilik lahan lokal menawarinya tanah seluas 3.000 meter persegi dengan harga hanya dua juta rupiah, yang telah dia bayar hingga lunas selama empat tahun.

Sekarang orang-orang dari berbagai agama – termasuk umat Buddha, Muslim dan Kristen – pergi ke ‘rumah ibadah’ terpencil itu untuk beribadah dengan cara mereka sendiri.

Salah satu dari beberapa rumor seputar bangunan mistis adalah bahwa bangunan itu digunakan sebagai pusat rehabilitasi.

Alamsjah membenarkan tentang hal ini, dengan mengatakan: ‘Rehabilitasi yang terjadi di rumah ibadah ini adalah untuk terapi bagi anak-anak cacat, pecandu narkoba, orang gila dan remaja yang terganggu yang ingin melawan kecanduannya.’

Rumah ibadah ini ditutup pada tahun 2000 karena biaya konstruksinya terlalu tinggi, namun masih banyak orang yang terus mengunjungi tempat yang indah ini.

Wisatawan lain menggambarkan keadaan lima dari delapan pilar yang menyangga bangunan tersebut sekarang runtuh. Alek Kurniawan mengatakan: ‘Ini yang paling aneh, ternyata ruang-ruangnya ini bertingkat. Ruang atas digunakan sebagai aula gereja.

“Sementara di ruang bawah tanah, ada ruangan seperti kamar tidur dan kamar mandi. Kamar tidak memiliki cahaya sehingga kami menggunakan senter untuk menyelidikinya. Ada juga kelelawar yang mungkin tinggal di sana.

‘Ada 15 kamar seperti kamar tidur dan 1 kamar dengan 3 kamar mandi. Ada satu pintu lagi yang tidak kami masuki. Juga banyak coretan di dinding, misalnya ditemukan kata-kata dan gambar buruk wanita telanjang.’

Sumber: dailymail.co.uk

Ruangan komentar telah ditutup.