Technology News Referrals

Review iPhone X: Evolusi Terbaik Smartphone Apple

0 202

Perangkat iPhone pertama kali hadir di tahun 2007, itu artinya tahun ini Apple resmi menjual iPhone selama 10 tahun. Beragam teknologi terus diberikan dari tahun ke tahun untuk evolusi perangkat iPhone mulai dari Retina Display (iPhone 4), Touch ID (iPhone 5s), 3D Touch (iPhone 6s), dan seterusnya. Kini, Apple merayakan pencapaian 10 tahun tersebut dengan merilis iPhone X dan mengusung tagline The Future is Here yang artinya masa depan ada di sini, di ponsel yang kamu gunakan. Tim MakeMac ingin berbagi review iPhone X untuk Sahabat MakeMac yang masih penasaran atau dalam rencana untuk segera membeli iPhone X. Silakan simak catatan lengkapnya ya!

Mengenal iPhone X

Ukuran, dimensi dan Layar yang digunakan

Produk iPhone selalu berkembang sesuai kebutuhan masa depan. Ketika rilis awal, iPhone 2G hanya menggunakan ukuran diagonal layar 3.5 inci di saat beragam PDA punya layar yang lebih kecil dan harus menggunakan stylus. Inovasi terus dikembangkan hingga akhirnya di iPhone 4 hadir dengan fitur Retina Display, iPhone 6 Plus dengan layar 5.5 inci dan seterusnya. Kini di iPhone X, Apple menggunakan layar 5.8 inci namun dengan bodi yang jauh lebih kecil dibandingkan iPhone seri Plus. Perubahan ini juga diberikan pada kualitas layar yang digunakan yaitu Super Retina HD display dengan bahan OLED di resolusi 2436 x 1125 piksel. Komputer kamu masih menggunakan resolusi 1280 x 800? Itu artinya gambar di iPhone X bisa 2x lebih tajam dibandingkan gambar yang tampil di komputer kamu.

Secara dimensi, iPhone X berukuran hampir sama dengan iPhone 8. Namun layarnya jauh lebih besar karena tidak ada bezel di 4 sisinya dan hilangnya Home Button. Meskipun tidak jauh berbeda dengan iPhone 8 secara ukuran bodi, tetapi layarnya jauh lebih besar dibandingan iPhone 8 Plus. Nonton video, main games, membaca artikel dengan barisan teks atau gambar yang memanjang ke bawah adalah kegiatan yang sangat nyaman dengan layar di iPhone X.

Bagaimana dengan bahan yang digunakan? Apple memberikan material kaca di sisi depan dan belakang iPhone X untuk membuatnya tampil ekstra mewah. Sisi rangka utama atau bagian samping, menggunakan Stainless Steel yang menyesuaikan warna bodi. Yaitu warna gelap untuk iPhone X Space Gray dan warna krom untuk iPhone X Silver. Warna krom di bezel ini sepintas membuat saya ingat perangkat Apple Watch Stainless Steel yang menggunakan bentuk hampir sama.

Pindah ke bagian belakang, Apple menggunakan bodi belakang dengan bahan kaca. Tentunya saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar lagi mengenai alasan Apple menggunakan bodi belakang dari bahan kaca, yaitu demi teknologi Wireless Charging. Lanjut ke berat perangkat, iPhone X terasa lebih solid dan padat jika dibandingkan iPhone 7 Plus yang saya gunakan. Mungkin ini karena ukurannya yang bisa dibilang cukup kecil namun memiliki baterai yang besar 2716mAH (iPhone 7 Plus menggunakan baterai 2900mAH).

Hilangnya Home Button dan Beragam Gesture Baru

Jika tahun lalu Apple sudah membuang jack audio demi membuat perangkat iPhone menjadi tahan air, tahun ini giliran Home Button. Ya, hardware Home Button resmi dilenyapkan di iPhone X dan diganti menggunakan beragam gesture baru. Total ada 15 gesture dan kombinasi tombol baru yang harus kamu pelajari jika sudah menggunakan iPhone X.

Saya pribadi hanya perlu beberapa jam saja untuk membiasakan diri saat pertama kali menggunakan iPhone X alias kehilangan Home Button. Cara baru untuk akses Multitasking dengan swipe ke atas dan tahan, screenshot dengan kombinasi tombol baru serta Force Restart dan memanggil Control Center dari sisi kanan atas adalah beberapa bagian yang bakalan sering kamu pakai di iPhone X dengan cara akses baru.

Tantangan terbesar sebetulnya ada di akses Control Center. Mengingat ukuran layar yang jauh lebih tinggi dibandingkan iPhone 7 Plus, saya tidak bisa memegang iPhone X dengan satu tangan kanan lalu menggunakan jempol untuk swipe ke bawah dari sisi kanan atas layar. Solusinya sudah diberikan oleh Apple pada update iOS 11.1 di iPhone X yaitu fitur Reachability untuk menurunkan separuh layar ke bawah dengan cara swipe ke bawah dari Gesture Button. Sebetulnya lebih tepat saya sebut dari safe area (istilah ini saya buat sendiri untuk menjelaskan bagian bawah di tempat Apple meletakkan tombol Emoji dan Dictation).

Teknologi ktce ID dan Animoji

Face ID adalah sistem keamanan baru di iPhone X yang bertugas menggantikan Touch ID. Keamanan dari Face ID bekerja dengan cara yang kompleks namun sama sekali tidak lambat. Mulai dari memindai wajah pengguna dengan 30.000 titik infra merah yang tidak terlihat oleh mata, membuat pola wajah dari pengguna berdasarkan tekstur dan kerutan lalu memprosesnya dengan neural networks untuk membuat model data wajah pengguna. Semuanya disimpan secara aman di perangkat iOS dengan teknologi Secure Enclave, tidak ada proses penyimpanan data di iCloud atau keluar dari perangkat iOS.

Apple juga menjelaskan bahwa Face ID bekerja dengan cara mempelajari perubahan wajah pengguna dan beragam aksesoris di muka. Mulai dari kacamata hitam, rambut di kepala, syal, tumbuhnya kumis dan jambang serta beragam lainnya. Saya pribadi sudah mencoba Face ID dan memang menemukan faktor bahwa prosesnya belajar mengenali wajah saya dengan baik. Di beberapa percobaan awal, Face ID tidak mengenali wajah, ketika saya menjulurkan lidah dan menutupi bibir bagian bawah. Namun di hari berikutnya dengan pose yang sama, Face ID bisa menerima pose yang sama dan bekerja semakin lancar.

Sebagai tambahan, Face ID juga hanya bisa digunakan ketika kamu memegang iPhone X dalam posisi tegak dan secara lurus memandang ke layar. Jika kamu memiringkan perangkat iPhone X lebih dari 45 derajat atau memegang dalam mode mendatar, Face ID tidak dapat bekerja alias tetap menampilkan ikon gembok.

Dari percobaan yang saya lakukan, ada beberapa cara untuk membuka iPhone dengan Face ID:

  • Tekan Side Button atau tap di layar untuk mengaktifkan layar. Arahkan iPhone ke wajah dan gembok Face ID akan terbuka, swipe ke atas untuk masuk Homescreen.
  • Aktifkan Raise to Wake, arahkan perangkat ke wajah kamu dan gembok Face ID terbuka, swipe ke atas untuk masuk ke Homescreen.
  • Aktifkan Raise to Wake, angkat perangkat iPhone X menghadap ke wajah, swipe ke atas lalu peringatan Face ID akan tampil dan proses memindai otomatis dilakukan.

Cara ketiga adalah langkah tercepat yang bisa kamu lakukan untuk membuka Homescreen dibandingkan 2 cara sebelumnya. Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa tidak ada mode pengganti Rest Finger to Open dari Touch ID di Face ID? Menurut pendapat saya, Apple tetap ingin membuat Homescreen kamu aman dan tidak mudah diakses ketika Face ID tidak sengaja mengarah ke wajah. Ditambah lagi Apple memberikan pengaturan keamanan notifikasi dengan Face ID sebagai fitur standar yang ada di iPhone X. Mungkin bisa saja Apple suatu saat nanti akan menghadirkan fitur pindai wajah dengan Face ID dan langsung membuka akses ke Homescreen, namun menurut saya hal ini bisa menjadi celah keamanan privasi pengguna yang sangat berbahaya.

Apakah Face ID bisa menembus kacamata hitam? Apakah Face ID bisa digunakan ketika kamu tidak membuka mata? Jawabannya bisa, silakan akses pengaturan ini di bagian Settings – General – Accessibility – Face ID & Attention – Require Attention to Face ID – OFF. Namun harap diingat, dengan mematikan pengaturan tersebut artinya siapa saja bisa mengambil iPhone X kamu dan mengarahkan ke wajah ketika kamu tertidur atau pingsan dan membuka Homescreen.

Animoji

Animoji adalah Emoji yang bisa bergerak dengan mengikuti gestur wajah pengguna yang ditangkap oleh kamera depan iPhone X dan serangkaian sensor TrueDepth Camera. Dibantu CPU baru dari Apple A11 Bionic, TrueDepth Camera akan merekam lebih dari 50 gerakan otot di wajah pengguna dan membuat gerakan yang sama di beberapa pilihan Emoji yang mendukung. Mulai dari Panda, Unicorn, Robot dan beragam lainnya.

Apple memberikan Animoji di mode kirim pesan iMessage untuk pengguna iPhone X yang bisa diterima oleh semua pengguna perangkat iOS lainnya. Durasi maksimal untuk sebuah Animoji yang akan kamu kirimkan adalah 10 detik dan bisa disimpan ke Camera Roll jika diinginkan.

Kamera Belakang yang Mengundang Banyak Pertanyaan

Apa saja hal baru di kamera belakang iPhone X? Secara spesifikasi, kamera di iPhone X punya sedikti peningkatan dibandingkan kamera di iPhone 8. Yaitu mode optical image stabilization di kedua lensa: tele dan wide. Sebelumnya di iPhone 7 Plus dan iPhone 8 Plus, lensa tele tidak mendukung mode tersebut dan membuat hasil rekaman video lebih terlihat bergoyang atau tidak stabil.

Masih bicara spesifikasi, aperture dari kamera tele di iPhone X juga ditingkatkan menjadi ƒ/2.4 (sebelumnya ƒ/2.8). Hal ini membuat kamu bisa memotret objek jarak jauh di malam hari dengan lebih jernih dan tajam serta mendapatkan isolasi bokeh yang rapi di mode Portrait Mode. Fitur baru lainnya yang ada di iPhone X dan diklaim bisa membuat gambar kamu tampak lebih baik baik di cahaya siang hari yang cerah atau malam hari penuh warna-warni lampu adalah kombinasi pixel processing, wide color capture, dan autofocus lebih cepat serta mode HDR yang mendapatkan banyak peningkatan. Apple juga memberikan quad LED True Tone Flash di iPhone X yang menjamin hasil foto dengan cahaya flash tampak lebih alami dan mode Slow Sync untuk membuat latar belakang dan objek utama menjadi lebih menyatu.

Pindah ke mode video, iPhone X punya fitur rekam video yang sama dengan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus. Yaitu resolusi 4K dalam pilihan 24 fps, 30 fps, atau 60 fps untuk ukuran paling besar. Mode 1080p HD video berjalan di dua pilihan yaitu 30fps dan juga 60fps. Sedangkan untuk mode Slo-mo dapat berjalan di resolusi 1080p dalam pilihan 120fps atau 240fps. Pastikan kamu menggunakan sumber cahaya yang cukup untuk mendapatkan hasil Slo-mo terbaik ya!

Pertanyaan terbesar dari para Apple Fanboy mengenai kamera belakang di iPhone X adalah bentuknya. Kenapa Apple membuat kamera ini menjadi tegak? Dari beberapa analisa saya, ini adalah kemungkinan alasan Apple untuk membuat kamera di iPhone X menjadi tegak:

  • Sisi mendatar di bagian atas iPhone X sudah penuh dengan TrueDepth Camera. Tidak memungkinan lagi jika harus meletakkan kamera secara mendatar.
  • True Depth Camera di iPhone X menempel pada mesin dan bodi kaca bagian belakang,berbeda dengan kamera di iPhone generasi sebelumnya yang menggunakan kamera depan dengan sisi yang menempel pada LCD atau panel layar depan.
  • Quad LED True Tone Flash yang ada di kamera belakang ada di tengah kedua lensa kamera. Tampilannya akan lebih rapi dan simetris jika dibuat dalam mode tegak.
  • Apple ingin membuat tampilan iPhone X lebih ikonik, mudah dilihat dan dikenali dari jauh karena bentuk kameranya yang tegak.

Kamera Depan di iPhone X

Kamera depan di iPhone X dapat menghasilkan gambar dengan resolusi 7MP yang juga mendukung Retina Flash. Fitur paling menarik di kamera depan iPhone X adalah teknologi Portrait Mode. Jika sebelumnya kamu mengenal Portrait Mode dengan kamera ganda di iPhone 7 Plus, iPhone 8 dan iPhone X, fitur ini juga bisa dilakukan oleh kamera depan di iPhone X. Tidak perlu lensa ganda? Perlu, yaitu lewat Infrared camera dari bagian TrueDepth Camera di iPhone X alias sisi paling kiri. Fitur ini berguna untuk mengukur jarak wajah ke kamera depan untuk mengukur simulasi bokeh, fokus serta pilihan mode Portrait Camera.

Desain Minimalis di Semua Bagian yang Cantik

Saat saya menggunakan iPhone 7 Plus dan beralih ke iPhone X, terasa sekali beberapa detail tampilan yang sangat diperhatikan Apple untuk membuatnya lebih minimalis. Pertama adalah deretan teks dan informasi di bagian belakang bodi. Jika sebelumnya kamu akan menemulkan tulisan Designed by Apple in California, Assembled in China dan beragam detail catatan FCC lainnya, kini hal tersebut tidak ada lagi di iPhone X. Hanya ada logo Apple, tulisan iPhone di bagian bawah tanpa ada hal lain yang akan mengurangi kecantikan iPhone X.

Desain minimalis lainnya juga bisa kamu temukan di sisi bezel iPhone X. Tidak ada lagi garis antena seperti yang ada di iPhone 7 yang sedikit menyamar pada bagian lekukan atas – bawah. Namun masih ada garis strip antena di sisi samping atas dan juga bawah. Tidak masalah, karena bagian ini terlindungi dengan warna krom yang lebih cantik dibandingkan bodi dari iPhone generasi sebelumnya. Detail minimalis lainnya adalah mikrofon di kamera belakang iPhone X yang terletak di sebelah quad LED True Tone Flash dan membuat kamu sepintas tidak lagi melihatnya.

Pengalaman Menggunakan iPhone X

Saya sudah mencoba iPhone X selama sepekan dan menjadikannya ponsel utama. Face ID dan beragam gesture baru adalah hal paling berkesan yang ada di iPhone X. Saya tidak merasa kerepotan untuk menggunakan Face ID dalam beragam kegiatan. Baik di dalam ruangan, di luar ruangan atau bahkan saat masih menggunakan helm ketika baru turun dari sepeda motor. Cara akses Face ID yang paling saya suka adalah swipe ke atas lebih dahulu dan biarkan proses membaca pola wajah dilakukan setelahnya. Sedangkan untuk gesture, akses semua fitur yang sebelumnya harus menggunakan Home Button, kini juga terasa jauh lebih mudah lewat mode swipe dan tahan atau tekan tombol di layar (hapus aplikasi di background misalnya).

Animoji di iPhone X juga menjadi sebuah fitur khusus yang sangat menarik di iPhone X. Mungkin kamu heran kenapa fitur ini dibicarakan sangat istimewa. Sederhana saja, Animoji yang hanya bisa dibuat dalam durasi 10 detik dan kirim sebagai iMessage ini adalah teknologi TrueDepth camera pertama dari Apple yang akan terus dikembangkan. Mungkin tahun depan tidak sekedar Animoji saja, TrueDepth camera bisa masuk ke iMovie atau mungkin aplikasi lainnya dari Apple. Atau mungkin semua iPhone generasi mendatang akan dilengkapi dengan Face ID? Mungkin saja.

Layar yang lebih panjang jika dibandingkan iPhone 7 Plus, juga menjadi kelebihan menarik. Apalagi beragam fitur di iOS 11 memang terasa lebih cocok jika kamu menggunakan iPhone dalam ukuran besar. Misalkan Control Center, Apple Music, Widget Notification Center serta beragam aplikasi bawaan. Saat saya menuliskan artikel ini, sudah cukup banyak aplikasi pihak ketiga yang mendukung format layar 5.8 inci. Semoga dalam waktu dekat, semua aplikasi favorit tim MakeMac akan segera memberikan dukungan untuk resolusi baru di iPhone X.

Lanjut pada kenyamanan dalam genggaman, iPhone X terasa lebih pas di tangan jika dibandingkan iPhone 7 Plus yang besar. Saya masih bisa menjangkau ikon barisan kedua di Homescreen iPhone X dengan cukup mudah saat memegangnya dengan satu tangan. Sedangkan di iPhone 7 Plus hanya bisa di barisan ketiga saja. Memang sih keduanya mendukung Reachability. Namun bagi saya, ukuran iPhone lebih kecil tetapi menggunakan layar besar adalah sebuah nilai plus paling menarik.

Karena menggunakan layar OLED, iPhone X dapat menampilkan gambar atau video dengan warna yang lebih tajam dan detail. Selain warna yang tajam, bagian terbaik dari layar OLED adalah tampilan warna hitam lebih pekat dan kabarnya bisa menghemat baterai secara signifikan saat kamu menggunakan warna gelap sebagai wallpaper. Dari pengalaman saya menggunakan iPhone X, profil warna layarnya sedikit orange kemerahan dan mungkin kamu perlu beberapa waktu untuk membiasakan diri terutama jika sebelumnya biasa menggunakan Color Profile agak biru seperti yang saya gunakan di tutorial berikut ini.

Apakah saya terganggu dengan Notch di iPhone X? Tidak.

Bagi kamu yang belum tahu, Notch adalah istilah untuk bagian atas layar iPhone X dengan warna hitam yaitu tempat deretan sensor TrueDepth Camera, mikrofon, speaker dan bagian lainnya. Saya tidak merasa terganggu dengan Notch karena bagian ini berada jauh di atas dan Apple sudah mempersiapkan semua hal mengenai Status Bar di iPhone X. Seperti ikon persentase baterai, nama operator selular, Do Not Disturb dan Bluetooth yang tidak tampil di Homescreen (hanya tampil di Control Center). Gangguan paling memungkinkan yang dapat terjadi dari kehadiran Notch adalah kendali games atau aplikasi yang mendukung mode mendatar, tentunya hal ini sudah dipikirkan oleh para pengembang aplikasi yang akan merilis update untuk iPhone X.

Meskipun saya puas dengan iPhone X dan tidak sabar menunggu beragam fitur baru dari Apple yang mungkin akan diberikan di update iOS berikutnya atau dukungan aplikasi dari pengembang pihak ketiga, ada beberapa kelemahan iPhone X yang tetap dirasakan. Mulai dari bodi yang rentan pecah jika jatuh, harga yang mahal serta Face ID generasi pertama yang dianggap oleh sebagian kalangan masih kurang aman.

Jika kamu punya budget yang cukup, ingin mencoba teknologi Face ID dan siap untuk menggunakan gesture sebagai pengganti Home Button, iPhone X adalah pilihan yang tepat untuk upgrade atau menjadi iPhone pertama yang kamu gunakan tahun ini. Pertimbangan tambahan yang dapat saya berikan adalah ketajaman layar OLED, fitur Animoji, speaker yang lebih bertenaga serta desain yang benar-benar baru jika dibandingkan iPhone sebelumnya.

Tertarik membeli iPhone X? Sayangya beragam Apple Authorized di Indonesia belum menjual iPhone X yang terbagi menjadi 2 warna (Space Gray dan Silver) serta 2 pilihan kapasitas penyimpanan (64GB di harga $999 atau $256 di harga $1149).

Sumber makemac.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.