Technology News Referrals

Tangkap Ikan Keramat, Penduduk di Daerah Ini Terheran-heran Longsor dibalik Gunung Berwujud Ikan Yang Mereka Tangkap

0 50

“Gunung tidak perlu terlalu tinggi, akan terkenal jika bertuah. Laut tidak perlu terlalu dalam, akan dipuja jika ber-naga (didiami naga)”. Apakah benar terdapat gunung keramat? Dan benarkah ada raja naga di dasar lautan?

Wilayah Tiongkok sangat luas, tempat wisatanya kebanyakan berpanorama indah dan spektakuler, sangat menakjubkan, di setiap jengkal tanah tersebut seolah terdapat makhluk tingkat tinggi yang menjaganya.

Apabila terjadi perubahan drastis di suatu daerah, sangat mungkin merupakan semacam peringatan bahwa jika orang tidak merenungi lebih jauh tentang makna kehidupan, boleh jadi akan menuai bencana yang lebih dahsyat.

Pada tahun 2013 lalu, lantaran dampak topan “Fett” di Provinsi Zhejiang, Tiongkok, Waduk Changtan, yang terletak di Distrik Huangyan, Kota Taizhou, terjadi banjir besar pada 5 Oktober.

Penduduk desa secara tidak sengaja menangkap seekor ikan luar biasa besar setinggi manusia bak seekor “siluman ikan”.

Penduduk desa dengan galah bambu menyunduknya di bagian insang/mulut ikan malang itu dan membawanya pulang serta memasaknya beramai-ramai untuk disantap.

Ini merupakan bencana banjir berskala besar pertama sejak tahun 2007. Dalam bencana itu, banyak ikan yang terbawa banjir seperti ikan Kepala Lemak, ikan Mas Perak dan lainnya.

Menurut penuturan penduduk desa, banyak orang berdatangan dari berbagai penjuru, tidak hanya kedua sisi jembatan itu penuh dengan penduduk desa yang menangkap ikan.

Ada sekitar 200-300 orang berada di lokasi kejadian, dan terdapat pula warga desa yang bergegas menangkapi ikan dari kedua tepi sungai.

Beberapa saat kemudian ada seseorang yang berhasil menangkap seekor ikan super besar (untuk ukuran daerah sana) sepanjang manusia.

2 orang warga menusuknya tembus di bagian insang dengan galah bambu, dan menggotongnya pulang.

Hingga pukul 7 malam, hari sudah gelap, penduduk desa baru membubarkan diri.

Secara kebetulan, tak lama kemudian, terjadi longsor di gunung belakang waduk, yang diakibatkan banjir bandang yang reruntuhannya ternyata persis berbentuk ikan.

Dari foto/gambar longsoran berbentuk ikan tersebut pada area perut terdapat seperti bekas luka berbentuk X, selain itu, tanah longsor itu memotong jalan gunung.

Jalan itu tepat berada di kepala ikan, persis seperti galah bambu yang ditusukkan menembus pipi ikan tatkala warga menggotongnya pulang.

Para netizen pada berkomentar di internet dan antara lain ada yang berkata, “Ikan yang malang! Tidak bisa lolos dari bencana ini, malah disantap manusia.”

Terdapat pula netizen yang bertanya: “Apa benar mereka “penolak bencana”? Seorang netizen lainnya bahkan berseru: “Semua makhluk itu ada tuahnya.”; “Ah, hanya kebetulan saja!”

Entah itu suatu kebetulan ataukah fenomena langit, dalam menyikapi makhluk (ikan) yang berpenampilan luar biasa itu, manusia seharusnya memiliki rasa hormat (respek) terhadap alam lingkungannya, dan bukannya malah menjarah atau menarik keuntungan darinya.

Sumber: epochtimes

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.